Menceritakan sebuah kisah berdurasi empat setengah menit tanpa dialog, narasi, atau teks terjemahan adalah satu hal. Menganimasikannya adalah hal lain. Guilherme, Animator Utama di Flow Creative, bertanggung jawab untuk menghidupkan "Releasing Hope " bingkai demi bingkai, menangani simulasi partikel, rigging karakter, dan tuntutan teknis dari sebuah film yang dibangun di sekitar penjahat yang sepenuhnya terbuat dari nyamuk. Dalam wawancara ini, ia merefleksikan proses animasi: apa yang membuat hantu tersebut begitu sulit untuk dibuat, mengapa realisme menjadi inti dari pendekatan penceritaan, dan bagaimana tim menemukan jalannya melalui proyek yang berbeda dari apa pun yang pernah ditangani studio sebelumnya.
Wawancara dengan Guilherme, Animator Utama, Flow Creative | Di Balik Layar Film
Saat pertama kali menerima storyboard tersebut, apa yang paling menarik perhatian Anda sebagai seorang animator?
Saat pertama kali menerima storyboard, dan bahkan lebih awal lagi selama tahap praproduksi, saya dan tim sudah menyadari betapa besarnya proyek ini. Namun, baru setelah storyboard selesai kami benar-benar memahami jumlah adegan dan tingkat kerumitannya.
Sebagai seorang animator, tentu saja saya sangat antusias bisa ikut serta dalam proyek ini, namun di sisi lain saya juga sangat menyadari tantangan yang akan dihadapi.
Adakah adegan, emosi, atau gerakan tertentu yang langsung terasa menarik atau menantang untuk diwujudkan?
Sejujurnya, sebagian besar adegan tersebut cukup menantang sekaligus seru untuk diwujudkan. Adegan-adegan hantu menonjol sebagai yang paling rumit dan memakan waktu, namun pengerjaan karakternya juga sangat mendetail dan membutuhkan banyak percobaan serta dedikasi.
Bagaimana cara Anda mengekspresikan emosi atau menceritakan sebuah kisah melalui gerakan, terutama tanpa dialog?
Ini pertanyaan yang bagus, dan pertanyaan ini benar-benar menjadi panduan dalam proses animasi kami. Menceritakan sebuah kisah berdurasi empat menit tanpa narasi atau dialog memang merupakan tantangan tersendiri. Pendekatan yang kami ambil adalah berfokus pada realisme: realisme gerakan para karakter, sekaligus memastikan semuanya terasa alami, halus, dan meyakinkan.
Pada tahap awal, teknik animasi ini mengambil arah yang sedikit berbeda. Bisakah Anda menjelaskan kepada kami mengenai alat dan teknik yang Anda pilih untuk digunakan dalam proyek ini?
Awalnya, arahan kreatifnya lebih condong ke pendekatan abstrak, yang hampir sepenuhnya berfokus pada adegan-adegan bergaya pointillisme dan partikel-partikel bergerak yang perlahan berubah bentuk dari satu komposisi ke komposisi berikutnya. Seiring berjalannya proyek, ide tersebut diintegrasikan ke dalam karya yang lebih berorientasi pada narasi, namun tetap mempertahankan konsep antagonis yang terbuat dari partikel-partikel kecil yang melambangkan nyamuk.
Kami telah mencoba berbagai pendekatan dan memanfaatkan setiap waktu luang selama tahap praproduksi untuk bereksperimen dengan berbagai perangkat lunak. Tidak ada satu metode atau alur kerja pun yang cocok untuk setiap adegan. Setiap adegan membutuhkan pendekatan yang berbeda. Untuk adegan yang sarat dengan partikel, terutama yang menampilkan hantu, kami menggunakan pendekatan gabungan antara Cinema 4D dan After Effects, dengan simulasi partikel yang dilakukan menggunakan Stardust.
Dengan membuat animasi utama dan pengaturan adegan dalam 3D, kami jadi lebih leluasa mengeksplorasi gerakan dan dinamika. Setelah itu, dengan memindahkan semuanya ke After Effects, proses penyusunannya jadi lebih mudah dan kami pun bisa sepenuhnya mengontrol hasil akhir.
| ●Cinema 4D — Pembuatan model 3D & animasi | ●Stardust — simulasi partikel | ●After Effects — komposisi & tampilan akhir |
Adegan atau pengambilan gambar mana yang paling menantang untuk dianimasikan dalam film *Releasing Hope*, dan mengapa?
Setiap adegan yang melibatkan hantu itu cukup menantang. Simulasi partikel dan gerakan yang detail membuat pemrosesannya cukup berat. Awalnya, Anda mungkin mengira adegan-adegan terakhir—di mana hantu itu bertarung melawan sekelompok orang dan akhirnya meledak serta menghilang—adalah yang paling sulit.
Namun, karena proyek ini berlangsung selama beberapa bulan, saat kami sampai pada adegan-adegan tersebut, kami sudah melewati fase pembelajaran. Setelah mengerjakan semua adegan hantu sebelumnya, kami telah menemukan cara yang lebih efisien untuk membuat dan menganimasikannya. Jadi, pada akhirnya, adegan-adegan yang lebih rumit itu justru lebih cepat diselesaikan daripada beberapa adegan yang lebih sederhana di awal.
"Setelah mengerjakan semua adegan hantu sebelumnya, kami berhasil menemukan cara yang lebih efisien untuk membuat dan menganimasikannya. Jadi, pada akhirnya, adegan-adegan yang lebih rumit itu justru lebih cepat diselesaikan daripada beberapa adegan yang lebih sederhana di awal."
Guilherme, Animator Utama, Flow Creative
Tonton " Releasing Hope " sekarang
Film ini dapat ditonton secara lengkap di releasinghope.tv — berdurasi empat setengah menit, tanpa dialog, dan dirancang agar dapat dinikmati oleh siapa pun, di mana pun.
Tonton filmnya →
